Minggu, 27 Oktober 2019

Manfaat Ekonomi dan Metode Penilaian Ginseng

Paper Penilaian Hutan                                                                            Medan,   Oktober 2019
MANFAAT EKONOMI DAN METODE PENILAIAN HHNK JENIS
GINSENG (Panax ginseng) DI KAWASAN HUTAN


Dosen Penanggungjawab:
Dr. Agus Purwoko, S.Hut., M.Si.

Oleh:
Hardidrah. S
171201077
MNH-5








Image result for logo usu





PROGRAM STUDI KEHUTANAN
FAKULTAS KEHUTANAN
UNIVERSITAS SUMATERA UTARA
MEDAN
2019

KATA PENGANTAR
Puji dan syukur penulis panjatkan kehadirat Tuhan Yang Maha Kuasa yang telah memberikan karunia-Nya sehingga penulis dapat menyelesaikan paper ini dengan baik dan tepat waktu. Paper Penilaian Hutan yang berjudul Manfaat Ekonomi dan Metode Penilaian HHNK Jenis Ginseng (Panax ginseng) di Kawasan Hutan” ini ditulis untuk melengkapi tugas Penilaian Hutan dan sebagai kajian tentang kegiatan upaya mengetahui pemanfaatan jenis Hasil Hutan Bukan Kayu (HHNK) terutama jenis ginseng.
Penulis megucapkan terima kasih kepada semua pihak, terutama kepada Dr. Agus Purwoko, S.Hut., M.Si. selaku dosen penanggungjawab mata kuliah Penilaian Hutan yang telah meluangkan waktu untuk membimbing dan mengarahkan penyelesaian paper ini. Penulis juga mengucapkan terima kasih kepada semua rekan-rekan di Fakultas Kehutanan, Universitas Sumatera Utara, yang telah memberikan dorongan dan dukungan sehingga menambah semangat dalam penyusunan paper ini.
Penulis menyadari bahwa Paper Penilaian Hutan ini masih banyak kesalahan dalam penulisan. Oleh karena itu, penulis akan berusaha semaksimal mungkin untuk memperbaikinya. Penulis juga sangat mengharapkan kritik dan saran yang membangun dari para pembaca. Semoga paper ini bisa memberikan manfaat bagi pembacanya.


                                    Medan, 20 Oktober 2019

         Penulis






DAFTAR ISI 
                                                                                        Halaman
KATA PENGANTAR.................................................................................... i
DAFTAR ISI.................................................................................................... ii
BAB I PENDAHULUAN
        1.1   Latar Belakang.................................................................................... 1
        1.2   Rumusan Masalah............................................................................... 3
        1.3 
 Tujuan................................................................................................. 3

BAB II ISI
BAB III PENUTUP
        3.1   Kesimpulan......................................................................................... 12
        3.2   Saran................................................................................................... 12
DAFTAR PUSTAKA





BAB I
PENDAHULUAN
1.1  Latar Belakang
Hasil Hutan Non Kayu (HHNK) merupakan salah satu hasil hutan yang memiliki keunggulan dan paling bersinggungan dengan masyarakat sekitar hutan. HHNK yang diproduksi di Provinsi Sumatera Utara sampai dengan tahun 2011 terdiri atas getah pinus, getah karet, rotan dll. Diketahui bahwa total produksi HHNK pada tahun 2011 adalah 47.374.250,21 kg dan 185.015 batang. Potensi HHNK di Provinsi Sumatera Utara cukup tinggi. Pengembangan usaha dan pemanfaatannya HHNK saat ini belum dilakukan secara intensif sehingga belum dapat memberikan kontribusi yang signifikan dalam meningkatkan perekonomian masyarakat. Hasil hutan kayu dari ekosistem hutan hanya sebesar 10% sedangkan sebagian besar 90% hasil lain berupa HHNK yang selama ini belum dikelola dan dimanfaatkan secara optimal untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Salah satu HHNK yang dikenal masyarakat di sekitar hutan adalah kelompok palmae sesuai dengan Peraturan Menteri Kehutanan Nomor P.35/Menhut-II/2007 tentang Hasil Hutan Bukan Kayu. Interaksi dengan HHNK di kawasan hutan KPHL telah lama dilakukan oleh masyarakat sekitar sebagai pemenuhan kebutuhan keseharian, namun data-data informasi tentang jenis-jenis HHNK yang dimanfaatkan oleh masyarakat belum tersedia. Mengingat pentingnya peranan tumbuhan palmae ini secara ekonomi maka perlu diidentifikasi kekayaan jenisnya. Dengan cara identifikasi jenis di lapangan dan pemetaan dengan memanfaatkan teknologi Sistem Informasi Geografis (SIG).
Pengelola hutan di Indonesia tidak boleh terlepas dari amanat Undang-Undang No. 5 tahun 1967 tentang Pokok Kehutanan bahwa pengurusan hutan pada hakekatnya adalah untuk mendapatkan manfaat yang sebesar-besarnya secara serbaguna dan lestari baik secara langsung maupun tidak langsung, bagi kemakmuran masyarakat. Demi terselenggaranya kegiatan pengelolaan hutan secara efisien dan lestari melibatkan masyarakat sekitar hutan. Dengan pelibatan masyarakat tersebut, maka diharapkan masyarakat akan mendapatkan manfaat hari hutan sehingga akan timbul juga keinginan untuk ikut menjaga keberadaan hutan. Bentuk-bentuk pelibatan masyarakat dalam pengelolaan hutan akan sangat dipengaruhi oleh potensi yang dimiliki oleh hutan dan kesesuaian minat dan kebiasaan masyarakat di sekitar hutan tersebut. Untuk mengetahui potensi yang dimiliki oleh hutan diperlukan kegiatan inventarisasi. Salah satu kemungkinan pelibatan masyarakat dalam pengelolaan hutan adalah dalam pemanfaatan hasil hutan bukan kayu (HHBK).
Pemanfaatan HHBK dari kawasan hutan oleh masyarakat sekitar hutan merupakan salah satu cara pengelola untuk memberikan  akses kepada masyarakat sekitar hutan untuk mendapat manfaat dari hutan, tanpa merusak tegakan hutan. Akan tetapi, sebelum pemberian akses tersebut, diperlukan data-data jenis-jenis HHBK yang potensial untuk dimanfaatkan oleh masyarakat dan berpeluang untuk dikembangkan.
Contoh dari hhnk adalah ginseng spesies Panax schinsen dmana liar yang tumbuh di hutan-hutan lebat pegunungan dinamakan sansam (ginseng gunung). Sansam adalah ginseng liar, sementara insam adalah ginseng yang dibudidayakan. Ginseng merupakan tanaman obat yang sudah lama digunakan dan dipercaya mempunyai efek adaptogen dan ergogenik. Suplemen ginseng banyak dikonsumsi olahragawan dengan tujuan utama meningkatkan kinerja fisik. Salah satu spesies yang paling sering digunakan adalah Panax ginseng C. A. Meyer atau ginseng Korea. Komponen zat aktif ginseng adalah ginsenoside. Berbagai penelitian menunjukkan bahwa ginseng mampu meningkatkan kinerja fisik.

1.2  Rumusan Masalah
1.      Apa saja ciri morfologi Ginseng serta bagaimana penyebarannya?
2.      Apa saja pemanfaatan Ginseng?
3.      Bagaimana potensi Ginseng dari segi ekonomi?
4.      Bagaimana bentuk metode penilaian yang sesuai dari Ginseng?

1.2  Tujuan
1.      Untuk mengetahui ciri morfologi Ginseng serta penyebarannya.
2.      Untuk mengetahui pemanfaatan tanaman Ginseng.
3.      Untuk mengetahui potensi Ginseng dari segi ekonomi.
4.      Untuk mengetahui bentuk metode penilaian yang sesuai dari Ginseng.




BAB II
ISI
2.1  Ciri Morfologi Ginseng serta penyebarannya
Ginseng (Panax) adalah spesies terna tumbuh liar di hutan berkhasiat obat yang termasuk dalam suku Araliaceae. Ginseng tumbuh di wilayah belahan bumi utara terutama di Siberia, Manchuria, Korea, dan Amerika Serikat. Jenis ginseng tropis dapat ditemukan di Vietnam, yaitu Panax vietnamensis. Nama "ginseng" diambil dari bahasa Inggris, yang dibaca mengikuti lafal Bahasa Kantonis, jên shên, dalam bahasa Mandarin dibaca "ren shen", (duplikat manusia), karena bentuk akar yang menyerupai manusia. Ginseng digunakan dalam pengobatan tradisional. Akar tanaman ini dapat memperbaiki aliran dan meningkatkan produksi sel darah merah, serta membantu pemulihan dari penyakit.


 
Gambar 1. Ginseng (Panax ginseng)

Di Indonesia terdapat juga tumbuhan yang memiliki khasiat sama dengan ginseng yaitu ginseng Jawa atau som jawa, Talinum paniculatum Gaertn. dan kolesom, Talinum triangulare Wild. Di dalam pengobatan tradisional akarnya dicampur dengan berbagai jenis obat dan yang paling terkenal dalam bentuk campuran anggur. Kajian mengenai khasiat dan kegunaanya telah dilakukan untuk menjadikan kolesom sebagai ginseng Indonesia.
Panax ginseng diklasifikasikan oleh C. A. Meyet, scorang botanis. Tumbuhannya mempunyai tinggi 30-70 cm, merupakan tumbuhan semak, akarnya
mencapai kedalaman 20-30 cm. Adapun taksonomi Ginseng antara lain:
Kingdom         :           Plantae
Divisi               :           Magno Uophyta
Kelas               :           Magnoliopsida
Ordo                :           Apiales
Famili              :           Araliaceae
Genus              :           Panax
Spesies            :           Panax ginseng
Ginseng bisa didapatkan dalam bentuk akar utuh, serbuk kering dan akar (ginseng putih), serbuk kering akar yang direbus (ginseng merah), larutan, dan ekstrak standar. Akar ginseng terdin atas banyak komponen yaitu triterpene aponin; minyak esensial yang mengandung poliasetilen dan sequiterpenes; polisakarida; peptidoglikans; nitrogen, dan komponen lain seperti asam lemak, karbohidrat, dan fenol.
Komponen yang dipercaya mempunyai banyak efek farmakologi adalah triterpene saponin, yang disebut ginsenoside. Pembudidayaan dan pemrosesan ginseng berpengaruh terhadap zat  aktif yang dikandungnya. Saat ini ada tuntutan untuk mengadakan standarisasi ekstrak ginseng, karena kelemahan fitofarmaka dibandingkan obat sintetik adalah vaiiasi dalam kadar maupun jenis komponen zat aktifnya. Salah satu produk ginseng yang distandansasi adalah Ginsana. Pembudidayaan dan pemrosesan dilakukan dengan prosedur baku sehingga diharapkan hasil ekstrak memenuhi standar yang sudah ditetapkan.
Area pembudidayaan dilakukan di distrik Kae Song, Korea Selatan, bibit berasal dari biji terbaik dari tanaman ginseng berusia 5 tahun, temperatur tanah dijaga konstan dan terhindar dan sinar matahan langsimg. Panen dilakukan setelah 4-6 tahun pada. Akar dibersihkan dan jamur atau bakteri, sedangkan pemrosesan ekstrak dilakukan pada temperatur rendah karena sifat zat aktif yang tidak tahan terhadap pemanasan tinggi. Standarisasi zat aktif menggunakan high performance liqiud chromatography (HPLC). Standarisasi ini untuk memastikan kandungan gmsenoside konsisten dan kadarnya mencapai efektivitas optimal. Ekstrak ginseng yang terstandarisasi mengandung 8 ginsenoside kunci, yaitu Rb 1, Rb2, Rc, Rd. Re, Rf, Rgl, dan Rg2. Pembudidayaan dan pemrosesan ginseng berpengaruh terhadap zat  aktif yang dikandungnya.

2.2  Pemanfaatan Tanaman Ginseng 
       Adapun pemanfaatan tanaman ginseng, yakni: 
2.2.1 Fungsi kognitif.
Ginseng dapat dipakai untuk meningkatkan kemampuan berpikir atau kognitif. Penelitian yang dipublikasikan oleh The Cochrane Library menunjukkan bahwa ginseng mempunyai beberapa manfaat untuk kognitif, perilaku, dan kualitas hidup. Pemberian ginseng pada anak dipercaya dapat meningkatkan tingkat konsentrasi dan fokus Anda. Kandungan antioksidan dalam ginseng dapat membantu melawan radikal bebas yang dapat merusak sel di otak. Sehingga, ginseng juga dapat mencegah demensia, Alzheimer, dan gangguan kognitif lainnya.
2.2.2        Efek antiperadangan
Selain mempunyai sifat antioksidan, ginseng ternyata juga mempunyai efek antiperadangan. Efek antiperadangan pada ginseng ini mungkin ada karena senyawa ginsenosida dalam ginseng. Senyawa ini mempunyai efek meningkatkan kekebalan tubuh, berdasarkan penelitian yang diterbitkan oleh Journal of Translational Medicine.
2.2.3        Mengurangi stres
Ginseng dapat memengaruhi sistem saraf tubuh dalam berbagai cara, seperti merangsang metabolisme dan meningkatkan tingkat energi. Keduanya dapat membantu mengurangi stres dan kecemasan yang ada di tubuh. Senyawa adaptogen dalam ginseng mungkin berperan dalam hal ini. Adaptogen dalam ginseng dapat mengganggu kadar hormon yang dihasilkan tubuh saat stres. Sehingga, ginseng dapat menurunkan kadar hormon stres dalam tubuh dan membantu menciptakan suasana hati yang lebih baik.
2.2.4        Membantu mengontrol diabetes
Ginseng ternyata bermanfaat bagi Anda yang mempunyai penyakit diabetes. Ginseng telah terbukti dapat membantu menurunkan kadar gula darah. Tanaman herbal ini dapat membantu mengatur penyerapan glukosa dalam tubuh. Sehingga, membuat Anda terlindungi dari lonjakan gula darah tiba-tiba (yang membuat diabetes berbahaya). Penelitian yang diterbitkan dalam American Journal of Chinese Medicine tahun 2005 menunjukkan bahwa ginseng (jenis Amerika maupun Asia), termasuk akar, buah, dan daun dapat mengobati diabetes. Namun, sebelum Anda mengonsumsi ginseng, sebaiknya konsultasikan dengan dokter Anda terlebih dahulu. Jika Anda sudah mengonsumsi obat antidiabetes, mungkin Anda tidak perlu mengonsumsi ginseng lagi.
2.2.5        Mencegah kanker
Ginseng mengandung antioksidan yang dapat melawan radikal bebas dalam tubuh, sehingga dapat mencegah Anda dari kanker. Ginsenosida yang terkandung dalam ginseng juga mempunyai sifat antitumor sehingga dapat mencegah perkembangan sel-sel kanker. Salah satu jenis kanker yang dapat dibantu penyembuhannya dengan ginseng adalah kanker usus besar. Penelitian telah menunjukkan bahwa konsumsi ginseng dapat menurunkan tingkat penyebaran kanker kolorektal.
2.2.6        Mencegah penuaan dini
Ginseng mempunyai manfaat dalam mencegah penuaan dini. Ginseng mampu mengurangi tanda-tanda penuaan. Hal ini karena sifat antioksidan yang dimiliki oleh ginseng. Antioksidan ini mampu mencegah efek negatif dari radikal bebas dalam tubuh yang dapat merusak sel-sel sehat. Antioksidan dalam ginseng ini juga mampu meningkatkan kekebalan tubuh dan mencegah penyakit jantung. Senyawa adaptogen dalam ginseng mungkin berperan dalam hal ini. Ginseng juga mampu merangsang aliran darah ke seluruh tubuh, terutama ke sel-sel kulit. Sehingga, ginseng juga membantu membuat kulit tampak lebih muda dan lembab. Tanda-tanda penuaan Anda pun akan berkurang.

2.3  Potensi ginseng dari segi ekonomi
2.3.1 Sebagai bahan baku berbagai jenis obat yang dipasarkan ke masyarakat
Ginseng dapat dijadikan sebagai bahan yang bermanfaat sebagai obat. Salah satu jenis obat tradisional yang beredar di masyarakat adalah penambah stamina khusus pria. Obat tradisional ini mengandung bahan yang dikenal sebagai afrodisiak. Beberapa tumbuhan yang dikenal sebagai afrodisiak adalah ginseng jawa (Som Jawa). Bagian ginseng jawa yang digunakan adalah akar (umbi) dan daun. Manfaat ginseng jawa untuk menguatkan paru, tonikum dan afrodisiak, sedangkan daunnya berkhasiat untuk meningkatkan nafsu makan (stomakik). Pada daun ginseng mengandung saponin, flavonoid dan tannin
Selain itu, ginseng disebut sebagai penjaga tubuh awet muda, memulihkan gairah seksual, meningkatkan konsentrasi, dan menormalkan kondisi tubuh. Berdasarkan hasil penelitian tentang khasiat dan keamanan ginseng Jawa (Talinum paniculatum) bahwa, ginseng jawa aman berdasarkan uji toksisitas  akut. Ekstrak ginseng jawa dapat dapat menambah kebugaran, menaikkan jumlah dan motolitas spermatozoa, menaikkan testoteron dan menambah kualitas lapisan spermatogenesis tikus putih.
Manfaat ekonomi lainnya, sebagai bahan sebagai ramuan antidepresan dan anti-kecemasan, dimana ginseng dapat membantu menyeimbangkan tingkat adrenalin. Kemudian, ginseng dapat digunakan sebgai bahan merangsang sistem kekebalan dan saraf. Ginseng juga dapat membantu Anda melawan flu dan penyakit infeksi lainnya. Selanjutnya, bahan baku untuk mengobati diabetes: Tingkat gula darah dapat turun secara drastis dengan mengkonsumsi ginseng. Namun, jika sudah menggunakan obat antidiabetes, perlu mempertimbangkan kembali untuk menggunakan ginseng secara bersamaan. Pasalnya, mencampur ginseng dengan obat diabetes bisa membuat kadar gula darah terlalu rendah. Kemudian, sebagai bahan untuk menurunkan kadar kolesterol. Selain itu, ginseng juga dapat mempengaruhi reaksi dari beberapa obat, seperti, pengencer darah seperti warfarin, heparin, aspirin, dan diuretik.

 

  Gambar 2. Produk ginseng sebagai bahan obat-obatan

 

2.3.2 Dapat diolah menjadi berbagai makanan

Selain diramu menjadi berbagai jenis suplemen kesehatan, ginseng juga dapat diolah menjadi berbagai macam makanan. Salah satu olahan makanan ala Korea yang menggunakan ginseng adalah samgyetang. Samgyetang adalah sup yang dibuat dengan ayam muda yang diisi nasi dan dibumbui berbagai macam rempah-rempah, utamanya ialah ginseng. Selain sebagai bumbu sup, ginseng juga dapat diolah menjadi teh, permen, jeli, dan semacam dodol.
Ada 3 jenis ginseng berdasarkan lama waktu tanam dan perlakuan yang diberikan. Yang pertama adalah fresh ginseng, yang dipanen pada usia tanam kurang dari 4 tahun. Jenis kedua adalah white ginseng, yang dipanen pada usia tanam 4-6 tahun, kemudian dikupas lalu dikeringkan. Dan jenis ketiga, yang secara nilai ekonomis paling mahal, adalah red ginseng yang dipanen pada umur 6 tahun.

2.4  Bentuk Metode Penilaian yang sesuai dari Ginseng
Adapun bentuk metode penilaian yang sesuai dari spesies ginseng adalah pendekatan Barang Subtitusi. Untuk produk-produk sumberdaya yang tidak ada pasarnya atau langsung dimanfaatkan oleh pemungutnya, dimana nilai produk tersebut dapat diduga dari harga pasar produk-produk sejenis atau nilai terbaik dari barang subtitusi atau barang alternatif seperti tanaman obat dari non kehutanan. Untuk barang subtitusi yang tidak memiliki harga pasar, nilainya dapat diperkirakan dengan menghitung biaya oportunitas dari pemakaian sebagai barang subtitusi tersebut.





BAB III
KESIMPULAN DAN SARAN
3.1 Kesimpulan
3.1.1 Ginseng (Panax) adalah spesies terna yang termasuk bagian dari HHNK dimana dapat tumbuh liar di hutan.
3.1.2 Manfaat Ginseng, antara lain efek antiperadangan, fungsi kognitif, mengurangi stress, membantu mengontrol diabetes, mencegah kanker, dan mencegah penuaan dini.
3.1.3 Manfaat Ginseng dari segi ekonomi, antara lain sebagai bahan baku berbagai jenis obat yang dipasarkan ke masyarakat dan dapat diolah menjadi berbagai makanan.
3.1.4 Bentuk metode penilaian yang sesuai dari spesies ginseng adalah pendekatan Barang Subtitusi.

3.2 Saran
            Sebaiknya penulis dapat memuat literatur terbaru sesuai dengan perkembangan ilmu pengetahuan. Selain itu, diharapkan masyarakat dapat meningkatkan literasi baca melalui paper tersebut.





DAFTAR PUSTAKA
Ambardini, R. L. 2005. Evaluasi Efek Ergogenik Ginseng. Jurnal Medikora. 1(1):81-88.

Lestario, L. N., A. E. Christian, Y. Martono. 2009. Aktivitas Antioksidan Daun Ginseng Jawa (Talinum paniculatum Gaertn). Jurnal Agritech. 29(2):71-78.

Nurfatriani, F. 2006. Konsep Nilai Ekonomi Total dan Metode Penilaian Sumberdaya Hutan. Jurnal Penelitian Sosial dan Ekonomi Kehutanan.
51-67.

Paradisastra, S. and M. H. Setiatiningrum. 2010. Effect of Chinese Ginseng Rhizome (Panx ginseng) Ethanol Extract on Sexual Behavior of Male Mice Swiss-Webstar Strain. Jurnal Media Planta. 1(1):57-66.

Praptiningsih dan I. Soertojo. 2012. Respon Pertumbuhan Umbi Ginseng Jawa (Talinum Paniculatum Gaertn) pada Berbagai Media. Jurnal Ilmu-ilmu Pertanian. 1(2):36-39.

Winarni, D. 2007. Efek Ekstrak Akar Ginseng Jawa dan Korea Terhadap Libido Mencit Jantan pada Prakondisi Testosteron yang Rendah.
Jurnal Penelitian Hayati. 12(1):153-159.


26 komentar:

  1. Bagus makalahnya, nambah wawasan banget

    BalasHapus
  2. Bagus makalahnya, nambah wawasan banget

    BalasHapus
  3. Ini sangat membantu sekali yaampun bagus betul ini mah

    BalasHapus
  4. Makasih infonyaa, jadi pengen ke Korea

    BalasHapus
  5. infonya sangat bermanfaat semangat menulis

    BalasHapus
  6. Mantap infonya, jadi tau kalau ginseng juga HHBK yg potensial

    BalasHapus
  7. jadi tau manfaatnya terimakasih banyak

    BalasHapus
  8. semakin tau manfaat dari gingseng tq infonya

    BalasHapus
  9. tq atas informasinya gan semangat menulis

    BalasHapus
  10. setelah dibaca jadi menambah pengetahuan tentang manfaat gingseng
    tq tulisannya

    BalasHapus
  11. baru tau saya kalo di jawa juga ada gingseng terimakasih infonya

    BalasHapus
  12. terrnyata manfaat gingseng banyak ya di bidang obat obatan… terimakasih infonya min

    BalasHapus
  13. Ginseng memang memiliki manfaat yg banyak, ditunggu blog selanjutnya

    BalasHapus
  14. Wow mantep baru tau nih
    Ditunggu blog selanjutnya

    BalasHapus
  15. Jadi di daerah Indonesia manakah yang dapat tumbuh ginseng nya,Bang?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Masih kak, tapi kalau yg di Indonesia kebanyakan yang sudah dibudidayakan sendiri, cthnya ginseng jawa

      Hapus
  16. Dari ke tuga jenis ginseng yg dipaparkan. Jenis ginseng mana yg paling banyak tumbuh di indonesia?

    BalasHapus
  17. Ginseng itu tumbuh liar ga bg?

    BalasHapus
  18. Jadi di indonesia sendiri pembudidayaan ginseng ini sudah sejauh mana sih bang?

    BalasHapus