Dosen Penanggungjawab:
Dr. Agus Purwoko, S.Hut., M.Si.
Oleh:
Hardidrah.
S
171201077
PROGRAM
STUDI KEHUTANAN
FAKULTAS
KEHUTANAN
UNIVERSITAS
SUMATERA UTARA
MEDAN
2019
KATA PENGANTAR
Puji dan syukur penulis panjatkan
kehadirat Tuhan Yang Maha Kuasa yang telah memberikan karunia-Nya sehingga
penulis dapat menyelesaikan paper ini dengan baik dan tepat waktu. Paper Penilaian Hutan yang berjudul “Manfaat Ekonomi dan Metode Penilaian HHNK Jenis Ginseng (Panax ginseng) di Kawasan Hutan” ini ditulis untuk melengkapi tugas Penilaian Hutan
dan sebagai kajian tentang kegiatan upaya
mengetahui pemanfaatan jenis Hasil Hutan Bukan Kayu (HHNK) terutama jenis
ginseng.
Penulis
megucapkan terima kasih kepada semua pihak, terutama kepada Dr.
Agus Purwoko, S.Hut., M.Si. selaku dosen
penanggungjawab mata kuliah Penilaian Hutan yang telah meluangkan waktu untuk
membimbing dan mengarahkan penyelesaian paper ini. Penulis juga mengucapkan
terima kasih kepada semua rekan-rekan di Fakultas Kehutanan, Universitas
Sumatera Utara, yang telah memberikan dorongan dan dukungan sehingga menambah
semangat dalam penyusunan paper ini.
Penulis
menyadari bahwa Paper Penilaian Hutan ini
masih banyak kesalahan dalam penulisan. Oleh karena itu, penulis akan berusaha
semaksimal mungkin untuk memperbaikinya. Penulis juga sangat mengharapkan
kritik dan saran yang membangun dari para pembaca. Semoga paper ini bisa
memberikan manfaat bagi pembacanya.
Medan,
20 Oktober 2019
Penulis
DAFTAR
ISI
Halaman
KATA PENGANTAR.................................................................................... i
DAFTAR ISI.................................................................................................... ii
BAB I PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang.................................................................................... 1
1.2
Rumusan Masalah............................................................................... 3
1.3 Tujuan................................................................................................. 3
1.3 Tujuan................................................................................................. 3
BAB II ISI
BAB III PENUTUP
3.1 Kesimpulan......................................................................................... 12
3.2 Saran................................................................................................... 12
DAFTAR PUSTAKA
BAB I
PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
Hasil Hutan Non Kayu (HHNK)
merupakan salah satu hasil hutan yang memiliki keunggulan dan paling
bersinggungan dengan masyarakat sekitar hutan. HHNK yang diproduksi di Provinsi
Sumatera Utara sampai dengan tahun 2011 terdiri atas getah pinus, getah karet,
rotan dll. Diketahui bahwa total produksi HHNK pada tahun 2011 adalah
47.374.250,21 kg dan 185.015 batang. Potensi HHNK di Provinsi Sumatera Utara
cukup tinggi. Pengembangan usaha dan pemanfaatannya HHNK saat ini belum
dilakukan secara intensif sehingga belum dapat memberikan kontribusi yang
signifikan dalam meningkatkan perekonomian masyarakat. Hasil hutan kayu dari ekosistem
hutan hanya sebesar 10% sedangkan sebagian besar 90% hasil lain berupa HHNK
yang selama ini belum dikelola dan dimanfaatkan secara optimal untuk
meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Salah satu HHNK yang dikenal
masyarakat di sekitar hutan adalah kelompok palmae sesuai dengan Peraturan
Menteri Kehutanan Nomor P.35/Menhut-II/2007 tentang Hasil Hutan Bukan Kayu.
Interaksi dengan HHNK di kawasan hutan KPHL telah lama dilakukan oleh
masyarakat sekitar sebagai pemenuhan kebutuhan keseharian, namun data-data
informasi tentang jenis-jenis HHNK yang dimanfaatkan oleh masyarakat belum
tersedia. Mengingat pentingnya peranan tumbuhan palmae ini secara ekonomi maka
perlu diidentifikasi kekayaan jenisnya. Dengan cara identifikasi jenis di
lapangan dan pemetaan dengan memanfaatkan teknologi Sistem Informasi Geografis
(SIG).
Pengelola hutan di Indonesia tidak boleh terlepas dari
amanat Undang-Undang No. 5 tahun 1967 tentang Pokok Kehutanan bahwa pengurusan
hutan pada hakekatnya adalah untuk mendapatkan manfaat yang sebesar-besarnya
secara serbaguna dan lestari baik secara langsung maupun tidak langsung, bagi kemakmuran
masyarakat. Demi terselenggaranya kegiatan pengelolaan hutan secara efisien dan
lestari melibatkan masyarakat sekitar hutan. Dengan pelibatan masyarakat
tersebut, maka diharapkan masyarakat akan mendapatkan manfaat hari hutan sehingga
akan timbul juga keinginan untuk ikut menjaga keberadaan hutan. Bentuk-bentuk
pelibatan masyarakat dalam pengelolaan hutan akan sangat dipengaruhi oleh
potensi yang dimiliki oleh hutan dan kesesuaian minat dan kebiasaan masyarakat
di sekitar hutan tersebut. Untuk mengetahui potensi yang dimiliki oleh hutan
diperlukan kegiatan inventarisasi. Salah satu kemungkinan pelibatan masyarakat dalam
pengelolaan hutan adalah dalam pemanfaatan hasil hutan bukan kayu (HHBK).
Pemanfaatan HHBK dari kawasan hutan oleh masyarakat
sekitar hutan merupakan salah satu cara pengelola untuk memberikan akses kepada masyarakat sekitar hutan untuk mendapat
manfaat dari hutan, tanpa merusak tegakan hutan. Akan tetapi, sebelum pemberian
akses tersebut, diperlukan data-data jenis-jenis HHBK yang potensial untuk
dimanfaatkan oleh masyarakat dan berpeluang untuk dikembangkan.
Contoh dari hhnk adalah ginseng spesies Panax schinsen
dmana liar yang tumbuh di
hutan-hutan lebat pegunungan dinamakan sansam (ginseng gunung). Sansam
adalah ginseng liar, sementara insam adalah ginseng yang dibudidayakan. Ginseng merupakan tanaman obat
yang sudah lama digunakan dan dipercaya mempunyai efek adaptogen dan ergogenik.
Suplemen ginseng banyak dikonsumsi olahragawan dengan tujuan utama meningkatkan
kinerja fisik. Salah satu spesies yang paling sering digunakan adalah Panax
ginseng C. A. Meyer atau ginseng Korea. Komponen zat aktif ginseng adalah
ginsenoside. Berbagai penelitian menunjukkan bahwa ginseng mampu meningkatkan
kinerja fisik.
1.2 Rumusan
Masalah
1.
Apa saja ciri
morfologi Ginseng serta bagaimana penyebarannya?
2.
Apa saja
pemanfaatan Ginseng?
3.
Bagaimana potensi Ginseng dari segi ekonomi?
4.
Bagaimana bentuk metode
penilaian yang sesuai dari Ginseng?
1.2
Tujuan
1.
Untuk mengetahui ciri
morfologi Ginseng serta penyebarannya.
2.
Untuk mengetahui
pemanfaatan tanaman Ginseng.
3.
Untuk mengetahui potensi Ginseng dari segi ekonomi.
4. Untuk mengetahui bentuk metode penilaian yang sesuai dari Ginseng.
BAB II
ISI
2.1 Ciri Morfologi
Ginseng serta penyebarannya
Ginseng (Panax) adalah spesies terna tumbuh liar di hutan berkhasiat obat yang termasuk
dalam suku Araliaceae. Ginseng tumbuh di wilayah belahan bumi utara terutama di
Siberia, Manchuria, Korea, dan Amerika Serikat. Jenis ginseng tropis dapat ditemukan
di Vietnam, yaitu Panax vietnamensis. Nama "ginseng" diambil
dari bahasa Inggris, yang dibaca mengikuti lafal Bahasa Kantonis, jên shên,
dalam bahasa Mandarin dibaca "ren shen", (duplikat
manusia), karena bentuk akar yang menyerupai
manusia. Ginseng digunakan dalam pengobatan tradisional. Akar tanaman ini
dapat memperbaiki aliran dan meningkatkan produksi sel darah merah, serta
membantu pemulihan dari penyakit.
Di Indonesia terdapat juga tumbuhan yang
memiliki khasiat sama dengan ginseng yaitu ginseng Jawa atau som jawa, Talinum
paniculatum Gaertn. dan kolesom, Talinum triangulare Wild. Di dalam
pengobatan tradisional akarnya dicampur dengan berbagai jenis obat dan yang
paling terkenal dalam bentuk campuran anggur. Kajian mengenai khasiat dan
kegunaanya telah dilakukan untuk menjadikan kolesom sebagai ginseng Indonesia.
Panax ginseng diklasifikasikan
oleh C. A. Meyet, scorang botanis. Tumbuhannya mempunyai tinggi 30-70 cm,
merupakan tumbuhan semak, akarnya
mencapai
kedalaman 20-30 cm. Adapun taksonomi Ginseng antara lain:
Kingdom : Plantae
Divisi : Magno Uophyta
Kelas : Magnoliopsida
Ordo
: Apiales
Famili : Araliaceae
Genus : Panax
Spesies : Panax ginseng
Ginseng bisa didapatkan dalam bentuk akar utuh,
serbuk kering dan akar (ginseng putih), serbuk kering akar yang direbus
(ginseng merah), larutan, dan ekstrak standar. Akar ginseng terdin atas banyak
komponen yaitu triterpene aponin;
minyak esensial yang mengandung poliasetilen
dan sequiterpenes; polisakarida;
peptidoglikans; nitrogen, dan komponen lain seperti asam lemak, karbohidrat,
dan fenol.
Komponen yang dipercaya mempunyai banyak efek farmakologi
adalah triterpene saponin, yang
disebut ginsenoside. Pembudidayaan
dan pemrosesan ginseng berpengaruh terhadap zat aktif yang dikandungnya. Saat ini ada tuntutan
untuk mengadakan standarisasi ekstrak ginseng, karena kelemahan fitofarmaka
dibandingkan obat sintetik adalah vaiiasi dalam kadar maupun jenis komponen zat
aktifnya. Salah satu produk ginseng yang distandansasi adalah Ginsana.
Pembudidayaan dan pemrosesan dilakukan dengan prosedur baku sehingga diharapkan
hasil ekstrak memenuhi standar yang sudah ditetapkan.
Area pembudidayaan dilakukan di distrik Kae Song,
Korea Selatan, bibit berasal dari biji terbaik dari tanaman ginseng berusia 5
tahun, temperatur tanah dijaga konstan dan terhindar dan sinar matahan
langsimg. Panen dilakukan setelah 4-6 tahun pada. Akar dibersihkan dan jamur
atau bakteri, sedangkan pemrosesan ekstrak dilakukan pada temperatur rendah
karena sifat zat aktif yang tidak tahan terhadap pemanasan tinggi. Standarisasi
zat aktif menggunakan high performance liqiud chromatography (HPLC).
Standarisasi ini untuk memastikan kandungan gmsenoside konsisten dan kadarnya
mencapai efektivitas optimal. Ekstrak ginseng yang terstandarisasi mengandung 8
ginsenoside kunci, yaitu Rb 1, Rb2, Rc, Rd. Re, Rf, Rgl, dan Rg2. Pembudidayaan
dan pemrosesan ginseng berpengaruh terhadap zat aktif yang dikandungnya.
2.2 Pemanfaatan Tanaman Ginseng
Adapun pemanfaatan tanaman ginseng, yakni:
2.2.1 Fungsi kognitif.
Ginseng
dapat dipakai untuk meningkatkan kemampuan berpikir
atau kognitif. Penelitian yang dipublikasikan oleh The Cochrane Library
menunjukkan bahwa ginseng mempunyai beberapa manfaat untuk kognitif, perilaku,
dan kualitas hidup. Pemberian ginseng pada anak dipercaya dapat meningkatkan
tingkat konsentrasi dan fokus Anda. Kandungan antioksidan dalam ginseng
dapat membantu melawan radikal bebas yang dapat merusak sel di otak. Sehingga,
ginseng juga dapat mencegah demensia,
Alzheimer, dan gangguan kognitif
lainnya.
2.2.2
Efek antiperadangan
Selain mempunyai sifat antioksidan, ginseng
ternyata juga mempunyai efek antiperadangan. Efek antiperadangan pada ginseng
ini mungkin ada karena senyawa ginsenosida dalam ginseng. Senyawa ini mempunyai
efek meningkatkan kekebalan tubuh, berdasarkan penelitian yang diterbitkan oleh
Journal of Translational Medicine.
2.2.3
Mengurangi stres
Ginseng dapat memengaruhi sistem saraf tubuh
dalam berbagai cara, seperti merangsang metabolisme dan meningkatkan tingkat
energi. Keduanya dapat membantu mengurangi stres dan kecemasan yang ada di
tubuh. Senyawa adaptogen dalam ginseng mungkin berperan dalam hal ini.
Adaptogen dalam ginseng dapat mengganggu kadar hormon yang dihasilkan tubuh saat
stres. Sehingga, ginseng dapat menurunkan kadar hormon stres dalam tubuh dan
membantu menciptakan suasana hati yang lebih baik.
2.2.4
Membantu mengontrol diabetes
Ginseng ternyata bermanfaat bagi Anda yang
mempunyai penyakit diabetes. Ginseng telah terbukti dapat membantu menurunkan
kadar gula darah. Tanaman herbal ini dapat membantu mengatur penyerapan glukosa
dalam tubuh. Sehingga, membuat Anda terlindungi dari lonjakan gula darah
tiba-tiba (yang membuat diabetes berbahaya). Penelitian yang
diterbitkan dalam American Journal of Chinese Medicine tahun 2005 menunjukkan
bahwa ginseng (jenis Amerika maupun Asia), termasuk akar, buah, dan daun dapat
mengobati diabetes. Namun, sebelum Anda mengonsumsi ginseng, sebaiknya
konsultasikan dengan dokter Anda terlebih dahulu. Jika Anda sudah mengonsumsi
obat antidiabetes, mungkin Anda tidak perlu mengonsumsi ginseng lagi.
2.2.5
Mencegah kanker
Ginseng mengandung antioksidan yang dapat
melawan radikal bebas dalam tubuh, sehingga dapat mencegah Anda dari kanker.
Ginsenosida yang terkandung dalam ginseng juga mempunyai sifat antitumor
sehingga dapat mencegah perkembangan sel-sel kanker. Salah satu jenis kanker
yang dapat dibantu penyembuhannya dengan ginseng adalah kanker usus besar.
Penelitian telah menunjukkan bahwa konsumsi ginseng dapat menurunkan tingkat
penyebaran kanker kolorektal.
2.2.6
Mencegah penuaan dini
Ginseng
mempunyai manfaat dalam mencegah penuaan dini. Ginseng mampu mengurangi
tanda-tanda penuaan. Hal ini karena sifat antioksidan yang dimiliki oleh
ginseng. Antioksidan ini mampu mencegah efek negatif dari radikal bebas dalam
tubuh yang dapat merusak sel-sel sehat. Antioksidan dalam ginseng ini juga
mampu meningkatkan kekebalan tubuh dan mencegah penyakit jantung. Senyawa
adaptogen dalam ginseng mungkin berperan dalam hal ini. Ginseng juga mampu
merangsang aliran darah ke seluruh tubuh, terutama ke sel-sel kulit. Sehingga,
ginseng juga membantu membuat kulit tampak lebih muda dan lembab. Tanda-tanda
penuaan Anda pun akan berkurang.
2.3 Potensi ginseng dari segi ekonomi
2.3.1 Sebagai
bahan baku berbagai jenis obat yang dipasarkan ke masyarakat
Ginseng dapat
dijadikan sebagai bahan yang bermanfaat sebagai obat. Salah satu jenis obat
tradisional yang beredar di masyarakat adalah penambah stamina khusus pria.
Obat tradisional ini mengandung bahan yang dikenal sebagai afrodisiak. Beberapa
tumbuhan yang dikenal sebagai afrodisiak adalah ginseng jawa (Som Jawa). Bagian
ginseng jawa yang digunakan adalah akar (umbi) dan daun. Manfaat ginseng jawa
untuk menguatkan paru, tonikum dan afrodisiak, sedangkan daunnya berkhasiat
untuk meningkatkan nafsu makan (stomakik).
Pada daun ginseng mengandung saponin, flavonoid dan tannin
Selain itu,
ginseng disebut sebagai penjaga tubuh awet muda, memulihkan gairah seksual,
meningkatkan konsentrasi, dan menormalkan kondisi tubuh. Berdasarkan hasil
penelitian tentang khasiat dan keamanan ginseng Jawa (Talinum paniculatum)
bahwa, ginseng jawa aman berdasarkan uji toksisitas akut. Ekstrak ginseng jawa dapat dapat
menambah kebugaran, menaikkan jumlah dan motolitas spermatozoa, menaikkan
testoteron dan menambah kualitas lapisan spermatogenesis tikus putih.
Manfaat
ekonomi lainnya, sebagai bahan sebagai ramuan antidepresan
dan anti-kecemasan, dimana ginseng
dapat membantu menyeimbangkan
tingkat adrenalin. Kemudian, ginseng
dapat digunakan sebgai bahan merangsang sistem
kekebalan dan saraf. Ginseng
juga dapat membantu Anda melawan flu dan penyakit infeksi lainnya. Selanjutnya, bahan baku untuk mengobati
diabetes: Tingkat gula darah dapat turun secara drastis dengan mengkonsumsi
ginseng. Namun,
jika sudah menggunakan obat antidiabetes, perlu mempertimbangkan
kembali untuk menggunakan ginseng secara bersamaan. Pasalnya, mencampur ginseng
dengan obat diabetes bisa membuat kadar gula darah terlalu rendah. Kemudian, sebagai bahan untuk menurunkan
kadar kolesterol. Selain
itu, ginseng juga dapat mempengaruhi reaksi dari beberapa obat, seperti,
pengencer darah seperti warfarin, heparin,
aspirin, dan diuretik.
Gambar 2. Produk ginseng sebagai bahan obat-obatan
2.3.2 Dapat diolah menjadi berbagai makanan
Selain diramu menjadi berbagai jenis
suplemen kesehatan, ginseng juga dapat diolah menjadi berbagai macam makanan. Salah satu olahan
makanan ala Korea yang menggunakan ginseng adalah samgyetang. Samgyetang adalah
sup yang dibuat dengan ayam muda yang diisi nasi dan dibumbui berbagai macam
rempah-rempah, utamanya ialah ginseng. Selain sebagai bumbu sup, ginseng juga dapat
diolah menjadi teh, permen, jeli, dan semacam dodol.
Ada 3 jenis ginseng berdasarkan lama waktu
tanam dan perlakuan yang diberikan. Yang pertama adalah fresh ginseng,
yang dipanen pada usia tanam kurang dari 4 tahun. Jenis kedua adalah white
ginseng, yang dipanen pada usia tanam 4-6 tahun, kemudian dikupas lalu
dikeringkan. Dan jenis ketiga, yang secara nilai ekonomis paling mahal, adalah red
ginseng yang dipanen pada umur 6 tahun.
2.4 Bentuk
Metode Penilaian yang sesuai dari Ginseng
Adapun bentuk metode penilaian yang sesuai
dari spesies ginseng adalah pendekatan Barang Subtitusi. Untuk produk-produk sumberdaya
yang tidak ada pasarnya atau langsung dimanfaatkan oleh pemungutnya, dimana nilai
produk tersebut dapat diduga dari harga pasar produk-produk sejenis atau nilai
terbaik dari barang subtitusi atau barang alternatif seperti tanaman obat dari
non kehutanan. Untuk barang subtitusi yang tidak memiliki harga pasar, nilainya
dapat diperkirakan dengan menghitung biaya oportunitas dari pemakaian sebagai
barang subtitusi tersebut.
BAB
III
KESIMPULAN
DAN SARAN
3.1 Kesimpulan
3.1.1 Ginseng (Panax)
adalah spesies terna yang termasuk bagian
dari HHNK dimana dapat tumbuh liar di hutan.
3.1.2 Manfaat
Ginseng, antara lain efek antiperadangan, fungsi kognitif, mengurangi stress, membantu mengontrol
diabetes, mencegah kanker, dan mencegah penuaan dini.
3.1.3 Manfaat Ginseng dari segi
ekonomi, antara lain sebagai bahan baku
berbagai jenis obat yang dipasarkan ke masyarakat dan dapat diolah menjadi berbagai makanan.
3.1.4 Bentuk
metode penilaian yang sesuai dari spesies ginseng adalah pendekatan Barang
Subtitusi.
3.2 Saran
Sebaiknya penulis dapat memuat literatur terbaru sesuai
dengan perkembangan ilmu pengetahuan. Selain itu, diharapkan masyarakat dapat
meningkatkan literasi baca melalui paper tersebut.
DAFTAR
PUSTAKA
Ambardini,
R. L. 2005. Evaluasi Efek Ergogenik Ginseng. Jurnal Medikora. 1(1):81-88.
Lestario,
L. N., A. E. Christian, Y. Martono. 2009. Aktivitas Antioksidan Daun Ginseng
Jawa (Talinum paniculatum Gaertn). Jurnal Agritech. 29(2):71-78.
Nurfatriani, F. 2006. Konsep Nilai
Ekonomi Total dan Metode Penilaian Sumberdaya Hutan. Jurnal Penelitian Sosial
dan Ekonomi Kehutanan.
51-67.
51-67.
Paradisastra,
S. and M. H. Setiatiningrum. 2010. Effect of Chinese Ginseng Rhizome (Panx
ginseng) Ethanol Extract on Sexual Behavior of Male Mice Swiss-Webstar Strain.
Jurnal Media Planta. 1(1):57-66.
Praptiningsih
dan I. Soertojo. 2012. Respon
Pertumbuhan Umbi Ginseng Jawa (Talinum Paniculatum Gaertn) pada Berbagai
Media. Jurnal Ilmu-ilmu Pertanian. 1(2):36-39.
Winarni, D. 2007. Efek
Ekstrak Akar Ginseng Jawa dan Korea
Terhadap Libido Mencit Jantan pada Prakondisi
Testosteron yang Rendah.
Jurnal Penelitian Hayati. 12(1):153-159.
Jurnal Penelitian Hayati. 12(1):153-159.
Bagus makalahnya, nambah wawasan banget
BalasHapusBagus makalahnya, nambah wawasan banget
BalasHapusTerimakasih infonya gan
BalasHapusIni sangat membantu sekali yaampun bagus betul ini mah
BalasHapusMantap
BalasHapusSangat bagus artikelnya.
BalasHapusMakasih infonyaa, jadi pengen ke Korea
BalasHapusinfonya sangat bermanfaat semangat menulis
BalasHapusMantap infonya, jadi tau kalau ginseng juga HHBK yg potensial
BalasHapusjadi tau manfaatnya terimakasih banyak
BalasHapussemakin tau manfaat dari gingseng tq infonya
BalasHapusinfonya sangat bermanfaat tq gan
BalasHapusjadi tau apa manfaat gingseng
BalasHapusmantap, semangat menulis
BalasHapustq atas informasinya gan semangat menulis
BalasHapussetelah dibaca jadi menambah pengetahuan tentang manfaat gingseng
BalasHapustq tulisannya
baru tau saya kalo di jawa juga ada gingseng terimakasih infonya
BalasHapusterrnyata manfaat gingseng banyak ya di bidang obat obatan… terimakasih infonya min
BalasHapusGinseng memang memiliki manfaat yg banyak, ditunggu blog selanjutnya
BalasHapusNambah manfaat ttg gingseng
BalasHapusWow mantep baru tau nih
BalasHapusDitunggu blog selanjutnya
Jadi di daerah Indonesia manakah yang dapat tumbuh ginseng nya,Bang?
BalasHapusMasih kak, tapi kalau yg di Indonesia kebanyakan yang sudah dibudidayakan sendiri, cthnya ginseng jawa
HapusDari ke tuga jenis ginseng yg dipaparkan. Jenis ginseng mana yg paling banyak tumbuh di indonesia?
BalasHapusGinseng itu tumbuh liar ga bg?
BalasHapusJadi di indonesia sendiri pembudidayaan ginseng ini sudah sejauh mana sih bang?
BalasHapus